Pages - Menu

Rabu, 01 Februari 2012

Hi Ma -Rendra

Ma,
bukan maut yang menggetarkan hatiku
Tetapi hidup yang tidak hidup
karena kehilangan daya dan kehilangan fitrahnya
 

Ada malam-malam aku menjalani
lorong panjang tanpa tujuan kemana-mana
Hawa dingin masuk ke badanku yang hampa
padahal angin tidak ada
Bintang-bintang menjadi kunang-kunang
yang lebih menekankan kehadiran kegelapan
Tidak ada pikiran, tidak ada perasaan,
tidak ada suatu apa…..
 

Hidup memang fana Ma,
Tetapi keadaan tak berdaya
membuat diriku tidak ada
Kadang-kadang aku merasa terbuang ke belantara,
dijauhi ayah bunda dan ditolak para tetangga
Atau aku terlantar di pasar, aku berbicara
tetapi orang-orang tidak mendengar
Mereka merobek-robek buku
dan menertawakan cita-cita
Aku marah, aku takut, aku gemetar,
namun gagal menyusun bahasa
 

Hidup memang fana Ma,
itu gampang aku terima
Tetapi duduk memeluk lutut sendirian di savanna
membuat hidupku tak ada harganya
Kadang-kadang aku merasa
ditarik-tarik orang kesana-kemari,
mulut berbusa sekedar karena tertawa
Hidup cemar oleh basa-basi dan
orang-orang mengisi waktu dengan pertengkaran edan
yang tanpa persoalan, atau percintaan tanpa asmara,
dan senggama yang tidak selesai
 

Hidup memang fana, tentu saja Ma
Tetapi akrobat pemikiran dan kepalsuan yang dikelola
mengacaukan isi perutku
lalu mendorong aku menjerit-jerit sambil tak tahu kenapa
Rasanya setelah mati berulang kali
tak ada lagi yang mengagetkan dalam hidup ini
 

Tetapi Ma,
setiap kali menyadari adanya kamu di dalam hidupku ini
aku merasa jalannya arus darah di sekujur tubuhku
Kelenjar-kelenjarku bekerja, sukmaku menyanyi,
dunia hadir, cicak di tembok berbunyi,
tukang kebun kedengaran berbicara kepada putranya
Hidup menjadi nyata, fitrahku kembali
 

Mengingat kamu Ma
adalah mengingat kewajiban sehari-hari
Kesederhanaan bahasa prosa, keindahan isi puisi
Kita selalu asyik bertukar pikiran ya Ma
Masing-masing pihak punya cita-cita,
masing-masing pihak punya kewajiban yang nyata
 

Hai Ma,
apakah kamu ingat aku peluk kamu di atas perahu
Ketika perutmu sakit dan aku tenangkan kamu
dengan ciuman-ciuman di lehermu
Masya Allah, aku selalu kesengsam dengan bau kulitmu
Ingatkah waktu itu aku berkata :
Kiamat boleh tiba, hidupku penuh makna
Wuah aku memang tidak rugi ketemu kamu di hidup ini
Dan apabila aku menulis sajak
aku juga merasa bahwa
Kemaren dan esok adalah hari ini
Bencana dan keberuntungan sama saja
Langit di luar langit di badan bersatu dalam jiwa
 

Sudah ya Ma…
 

Jakarta, Juli 1992

Senin, 30 Januari 2012

Menyambut Kata

menuliseasyik.blogspot.com
Nama yang tercetus ketika memikirkan alamat blog ini. Saya mengambil 2 kosa kata Indonesia dan 1 kosa kata dari bahasa Inggris yaitu: "menulis" dan "asyik", kemudian diselipkan dengan "easy" di tengahnya.

Menulis merupakan salah satu kemampuan berbahasa selain membaca, menyimak dan berbicara.
Saya ingin mensugestikan para pembaca bahwa menulis itu Easy (Mudah).
Menulis menjadi Easy (Mudah) dengan sebuah formula yang sudah dikenal sejak lama yaitu:  

"MENYIMAKMEMBACA ==> MENULIS + BERBICARA"


Menyimak dan Membaca merupakan sebuah proses pembelajaran, proses pencarian informasi. Saya memahaminya sebagai sarapan atau asupan gizi untuk badan kita juga batin kita.  
Berbicara dan Menulis adalah proses produksi kita setelah memperoleh asupan gizi dari proses sebelumnya. Setelah kita memperoleh informasi, diolah di dalam otak kita, kemudian menghasilkan karya baik berupa lisan(Berbicara) maupun tulisan(Menulis).


Setelah kita membaca berbagai sumber informasi yang kita butuhkan, juga menyimak informasi dan menyerapnya. Maka kita mampu untuk menuliskan informasi yang kita tahu kepada khalayak lain, maupun melalui lisan.
Dari rumusan tersebut membuat menulis menjadi mudah dan akhirnya mengasyikkan.


Tentu saja kita juga membutuhkan teori - teori dalam pembelajaran / proses semua ini. Saya akan memaparkan teori - teori 4 kemampuan berbahasa tersebut dalam posting - posting selanjutnya.
Faktor yang turut mendukung tercapainya budaya berbahasa adalah TEKUN!
                       
                      TEKUN MEMBACA, TEKUN MENULIS!
                        MARI KITA BUDAYAKAN MEMBACA!


> postingan selanjutnya mengenai teori membaca. Bersambung....